Uang Ludes Judi Tajen, Kenceng Nekat Nyolong HP Tebus Gadaian Motor

1277
Kapolsek Seririt Kompol I Made Uder saat memberikan keterangan kasus pencurian handpone (HP) di Mapolres Buleleng, Rabu (1/4).

SINGARAJA, radardewata.com —  Ketut Sukamara Jaya alias Tut Cenik (24) tinggal di Banjar Yeh Selem, Desa Pangkungparuk dan I Kadek Arya Dana alias Kenceng tinggal di Banjar Dinas Yadnya Kerti, Desa Ularan, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, terpaksa harus berurusan dengan aparat Polsek Seririt lantaran kedua pelaku terbukti melakukan pencurian handphone (HP) di rumah korban Made Sadia di Banjar Yeh Selem, Desa Pangkungparuk pada Jumat (13/3) lalu. Kini, kedua pelaku terancam mendekam dibalik jeruri besi 10 tahun lamanya.

 

 

Pelaku Kenceng terlihat santai saat digelandang polisi di Mapolres Buleleng, Rabu (1/4). Pria yang sehari-hari bekerja buruh bangunan mengaku, nekat mencuri HP bersama Tut Cenik lantaran terbelit utang gadaian sepeda motor sebesar Rp 500 ribu. Dimana sebelumnya, uang didapat dari hasil gadaian sepeda motor itu, sudah ludes di meja judi.

 

 

“Hasil penjualan HP curian itu rencananya pakai menebus sepeda motor yang digadai Rp 500 ribu. Uang gadaian sepeda motor sudah habis di arena tajen (sabung ayam),” singkatnya.

 

 

Seizin Kapolres Buleleng, Kapolsek Seririt Kompol I Made Uder menerangkan, kedua pelaku pencurian HP ditangkap pada waktu dan tempat berbeda. Sebelumnya, pihaknya harus meminta bantuan tim siber untuk mengetahui posisi HP tersebut.

 

 

“Hasil penyelidikan dan pengembangan, diketahui sinyal HP berada di Ularan, padahal tempat kejadian perkara (TKP) itu di Pangkungparuk, sebelum akhirnya kita berhasil menangkap pelaku Tut Cenik di rumahnya pada Sabtu (14/3) sekira pukul 17.00 sore. HP yanh dicuri 2 unit, HP merk Samsung dan Oppo,” ungkap Kapolsek Uder didampingi Kasubbag Humas Iptu Gede Sumarjaya.

 

 

Selanjutnya, dari hasil pengembangan, pihaknya kemudian berhasil membekuk pelaku Kenceng yang diketahui bersembunyi di Desa Baluk, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana pada Senin (16/3) sekira pukul 02.00 dinihari.

 

 

Siapa otak aksi pencurian HP di rumah korban Sadia?

 

 

Kapolsek Uder menjelaskan, kedua pelaku melakukan aksi pencurian secara bersama-sama.

 

 

“Mereka (pelaku Tut Cenik dan Kenceng) sebelumnya membagi tugas sekaligus mempelajari situasi rumah korban. Ya, ada yang mengawasi di luar rumah dan ada yang bertugas masuk mencuri handpone,” terangnya.

 

 

Kedua pelaku dijerat pasal tindak pidana Pencurian dengan pemberatan sebagaimana dimaksud dalam rumusan pasal 363 ayat (1) ke 3,4 KUHP dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.