Soma Adnyana Kebut Pembangunan Jembatan Penglatan Seharga Rp 7 M 

172
Duet Putra Penglatan- Anggota DPRD Kabupaten Buleleng, Wayan Someadnyana didampingi Anggota DPRD Provinsi Bali, Kadek Setiawan.

SINGARAJA, radardewata.com — Proses pengerjaan pembangunan jembatan diatas Tukad Buwus yang membelah Desa Penglatan, Kecamatan/Kabupaten Buleleng, terus dikebut.

 

Pantauan Sabtu (16/5), akses vital menghubungkan dua desa bertetangga Desa Penglatan dengan Desa Petandakan itu, pembangunannya hampir rampung 100 persen.

Nah, dengan hadirnya jembatan memiliki rancangan pagu anggaran Rp 7 miliar tersebut, jarak tempuh antar dusun dari serta menuju pusat desa Penglatan dapat terpangkas. Dari semula rute ditempuh memutar, kini lebih singkat.

Sampai saat ini, progres pembangunan jembatan memiliki panjang 50 meter, lebar 5,6 meter, berdiri setinggi 23 meter diatas Tukad Buwus tersebut sudah mencapai 95  persen.

“Kehadiran Jembatan ini akan memperlancar konektivitas antara Banjar Dauh Tukad dengan Kajanan, bahkan bisa dijadikan akses alternatif dari Singaraja menuju Denpasar. Sudah, jembatan ini sudah bisa dilalui. Saya sudah uji dilalui alat berat 22 ton,” ungkap Wayan Soma Adnyana ST, Sabtu (16/5).

Tokoh masyarakat Desa Penglatan yang juga duduk di Komisi III DPRD Buleleng itu juga mengungkapkan, jembatan dikerjakan swakelola dinilai sebagai solusi memecah kepadatan arus lalu lintas dari dan menuju Kelurahan Banyuning. Pun, akses bisa dilintasi para pelajar menuju SMP Negeri 5 Singaraja di Desa Penglatan.

Soma Adnyana menyebutkan, pekerjaan konstruksi diakui sempat terkendala soal anggaran. Meski begitu, berkat sinergi masyarakat dan sejumlah tokoh di Desa Penglatan, pembangunan jembatan menelan biaya Rp 7 M itu dapat terlaksana.

“Kita yakin jembatan tuntas dikerjakan bulan Juli 2020 ini. Program ini sudah sejak 2018 lalu. Anggarannya dari program hibah provinsi Bali dan program padat karya tunai (PKT) pemerintah desa penglatan. Alat beratnya swadaya,” jelasnya.