Sindikat Sabu Kubutambahan Dibekuk Polisi

3880

SINGARAJA, radardewata.com — Aparat Satuan Reserse Narkoba (Reskoba) Polres Buleleng, kembali membekuk sindikat  narkotika di kawasan Desa/Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng. Mereka yakni, Nyoman Yogi Setiawan alias Yogi (30), Ketut Sri Purnawa alias Tut Sri (20) dan Kadek Dwita Hartadi alias Ewik (41). Tak hanya mengamankan pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti berupa butiran kristal diduga sabu-sabu dari tangan pelaku.

 

 

 

Seizin Kapolres Buleleng, Kasat Reskoba AKP Made Derawi mengungkapkan, kronologi penangkapan terhadap ketiga jaringan pemakai dan pengedar sabu-sabu di Desa Kubutambahan itu, bermula saat petugas membekuk pelaku Tut Sri di areal salah satu toko modern di Kubutambahan, Rabu (13/3) sekitar pukul 15.30 sore.

 

 

“Saat digeledah, dari tangan pelaku Tut Sri, petugas mendapati barang haram (sabu-sabu) disembunyikan dalam bungkus rokok sampoerna. Pelaku Tut Sri kemudian mengaku membeli barang itu dengan harga Rp 1 juta dari pelaku Ewik,” ungkap Kasat Derawi di Mapolres Buleleng, Rabu (18/3).

 

 

Beranjak dari pengakuan Tut Sri, petugas pun langsung melakukan penggerebekan ke rumah Ewik di Banjar Pasek, Desa Kubutambahan.

 

 

Nah, saat mengepung rumah diduga pengedar Ewik, petugas mendapati Yogi sedang melakukan transaksi dengan Ewik.

 

 

“Dari tangan Ewik diduga pengedar, petugas mengamankan barang bukti berupa 1 potongan pipet plastik bening berisikan butiran kristal bening yang diduga narkotika jenis sabu dengan berat 0,15 gram brutto (0,05 gram netto), juga lembaran uang pecahan 50 ribu. Sementara, dari tangan pelaku Yogi, disita 1 paket sabu-sabu seberat 0,15 gram brutto (0,05 gram netto),” terangnya.

 

 

 

Tak pelak ketiganya pun langsung digelandang ke Mapolres Buleleng untuk penyelidikan lebih lanjut.

 

 

 

“Pasal disangkakan tindak pidana percobaan atau permufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana tanpa hak melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan Narkotika Golongan I bukan tanaman, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 132 ayat (1) Yo Pasal 112 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika,” tutupnya.