Polsek Tejakula Hunting Sistem Wajib Masker

19
Kapolsek Tejakula AKP Nyoman Adika memberikan peringatan kepada pelanggar ditemukan tidak mengenakan helm dan masker (ist).

SINGARAJA, radardewata.com — Sebanyak tujuh (7) pengendara terjaring razia digelar Polsek Tejakula Polres Buleleng, lantaran tidak mengenakan masker serta helm saat melintas di jalan raya Singaraja – Karangasem persisnya di seputaran Desa Les dan Desa Penuktukan, Selasa (8/9) sekitar pukul 13.00 WITA.

 

Seizin Kapolres Buleleng, Kapolsek Tejakula AKP Nyoman Adika dikonfirmasi mengaku para pelanggar yang terjaring tidak mengenakan masker itu, hanya diberikan peringatan berupa teguran simpatik. Hal itu juga berlaku kepada pelanggar yang ditemukan tak mengenakan helm saat berkendara.

“Kami ingatkan kembali kepada pengguna jalan raya untuk selalu tertib berlalu lintas, selalu  menggunakan helm sebagai standar keselamatan berkendara. Pun, masker mematuhi himbauan pemerintah sesuai protokol kesehatan  mencegah penyebaran dari Covid-19 merujuk Pergub Bali Nomor 46 Tahun 2020 dan Perbup Buleleng Nomor 41 Tahun 2020,” singkatnya.

 

Terpisah, hari ketiga pada Rabu (9/9) digelarnya Sidak masker terkait Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 41 Tahun 2020, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Buleleng, masih menemukan pelanggar.

Tercatat, sebanyak 13 orang ditemukan tidak mengenakan masker ketika melakukan aktivitas.

Saat Sidak yang digelar di Pasar Banyuasri, tidak ada yang terjaring. Seluruhnya sudah mengenakan masker baik itu pedagang maupun pengunjung pasar.

 

Sebelumnya, Satpol PP Kabupaten Buleleng melakukan patroli di seputaran Kota Singaraja, tepatnya di Pasar Banyuasri pada Selasa 8 September 2020 pagi, dan pada malam hari lanjut di area Jalan Ahmad Yani hingga Pantai Penimbangan. Pada giat tersebut, tidak ditemukan satupun pelanggar di area Pasar Banyuasri. Sedangkan pada patroli malam hari, lima orang ditemukan tidak mengenakan masker. Dari kelima orang tersebut, tiga orang sudah membayar tunai dan dua orang diberikan surat pernyataan dengan jaminan E-KTP yang bersangkutan.

 

“Pada patroli yang kami lakukan di hari kedua dan ketiga ini, kami melihat tingkat kedisiplinan warga terkait penerapan protokol kesehatan sudah meningkat.” ujar Kasatpol PP Kabupaten Buleleng, Drs. I Putu Artawan, saat ditemui diruang kerjanya.

 

Kemudian, pada Rabu 9 September pagi tadi, pihaknya melakukan patroli yang dipusatkan di seputaran Pasar Buleleng. Pada giat itu, terdapat delapan (8) orang pelanggar. Dari 8 orang itu, enam orang sudah membayar secara tunai dan dua orang lainnya diberikan surat pernyataan dengan tenggang waktu sepuluh hari disertakan jaminan E-KTP.

 

“Sebenarnya kami dari Satpol PP sangat fleksibel dalam melakukan tindakan. Jika ditemukan tidak memakai masker, tetapi yang bersangkutan membawa masker, kami akan suruh untuk menggunakan. Tidak langsung memberikan sanksi,” tutupnya.