Nasabah Susah Tarik Tabungan, LPD Anturan Diduga Kolaps

303
Situasi LPD Anturan, Kecamatan/Kabupaten Buleleng.

SINGARAJA, radardewata.com — Kasus LPD bermasalah kembali terjadi di Buleleng. Kali ini dialami oleh LPD Anturan, Kecamatan Buleleng. Masalahnya, sejumlah nasabah tidak bisa menarik uangnya baik itu dalam bentuk deposito maupun tabungan.

Berhembus kabar LPD Anturan diduga kolaps lantaran kredit macet akibat sejumlah asset tanah kavling milik LPD, belakangan ini banyak belum laku terjual imbas pandemi Covid-19.

Informasi dihimpun, nasabah LPD Anturan bukan hanya berasal dari Krama Desa Anturan sendiri. Namun ada nasabah yang berasal dari luar Desa Anturan. Bahkan ada Warga Negara Asing (WNA) yang menyimpan uangnya di LPD Anturan dalam bentuk deposito seniali Rp 7 miliar.

Permasalahan LPD Anturan ini sejatinya sudah terjadi sejak awal tahun 2020. Saat memasuki bulan Februari, pemilik deposito mulai dibuat cemas karena pihak LPD tidak bisa mencairkan deposito. Pertemuan antara pengurus LPD dengan nasabah untuk mencari solusi pun sudah dilakukan.

Nyoman Mariana, salah satu nasabah LPD Anturan meminta agar manajemen LPD Anturan maupun tim penyelemat LPD sama-sama berkomitmen untuk segera menyelesaikan persoalan ini.

“LPD itu sesuai Perda, sudah ada larangan tidak boleh mengkavling tanah. Bukan alasan Covid,” kata Mariana belum lama ini.

Mereka menuntut manajemen harus segera mengembalikan uang para nasabah. Sebagai jaminannya harus dibuatkan surat pernyataan dari Ketua LPD Anturan.

“Kami cuma minta uang kami bisa dikembalikan,” terangnya.

Kondisi LPD ini bahkan mendapat sorotan anggota DPRD Buleleng asal Desa Anturan, Gede Suradnya. Suradnya mengaku, kondisi ini terjadi lantaran ketidakbecusan manajemen LPD dalam mengelola keuangan.

“Dipakai kavling tanah. Ya, mengelola deposito tidak mampu maka dipakai ngavling tanah. Kemarin, waktu dilantik jadi DPRD saya taruh uang Rp 2 miliar, mungkin itu juga dipakai bayar bunga,” ungkap Suradnya.

Sementara, Ketua LPD Anturan, Nyoman Arta Wirawan mengaku, dalam waktu enam (6) bulan pihaknya sudah mendapat dana untuk membayar dana tabungan nasabah.

“Yakin bisa dapat dana lebih untukmembayar uang nasabah,” singkatnya.

Bermasalahnya LPD Anturan kini dibidik Unit Tipikor Satreskrim Polres Buleleng. Beberapa orang saksi sudah dinimintai keterangan terkait persoalan yang kini membelit LPD Anturan. Ada informasi, bahwa terdapat warga luar Bali seperti dari Mojokerto mendapatkan pinjaman kredit.

Terpisah, seizin Kapolres Buleleng, Kasubbag Humas Polres Buleleng, Iptu Gede Sumarjaya membenarkan, jika Unit Tipikor Satreskrim Polres Buleleng telah melakukan Pulbaket terkait kolapsnya LPD Anturan.

“Ya, benar. Kami juga telah memanggil 4 orang saksi dari pengelola LPD Anturan untuk diminta keterangan. Bulan Mei kemarin turun dan termasuk mendatangi kantor LPD,” singkat Kasubbag Sumarjaya.