Kuasai Sabu, Maya Dikeler Polisi

220
Pelaku saat digelandang ke Mapolres Tabanan.

TABANAN, radardewata.com – Siti Kusnul Hotimah (27) alias Maya asal Dusun Kerajan, Desa Gumuk, Kecamatan Licin, Banyuwangi, Jawa Timur, diringkus anggota Satuan Reserse Narkoba (Reskoba) Polres Tabanan. Maya merupakan mantan waiters cafe di kawasan Kediri, terpaksa berurusan dengan petugas lantaran terbukti menguasai barang haram jenis sabu-sabu.

Maya ditangkap bersama rekannya I Komang Bogi Indrawan (25) alamat Banjar Delod Puri, Kediri, Kabupaten Tabanan, di pinggir Jalan Wagimin Banjar Sema, Kediri, Sabtu (2/5) lalu.

Seizin Kapolres Tabanan, Kasubbag Humas Iptu I Nyoman Subagia didamping Kasat Narkoba AKP I Ketut Tunas mengungkapkan, kedua pelaku dibekuk saat sedang hendak melakukan transaksi narkoba di pinggir Jalan Wagimin.

“Ketika digeledah, kita tidak menemukan  barang bukti. Namun, disamping kedua pelaku petugas menemukan pembungkus rokok marlboro putih berisi plastik klip berisi kristal bening sabu-sabu,” kata Kasubbag Subagia, Selasa (5/5).

Saat diintrogasi petugas sebut Kasubbag Subagia, pelaku Maya dan Bogi mengakui sabu-sabu itu miliknya yang dibeli dari Matsulah (32) alias Dus asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur, tinggal di Banjar Sema, Kediri.

Nah, dari pengakuan Maya itu, petugas melakukan pengejaran terhadap Dus, sebelum petugas akhirnya kembali meringkus Asmat (33) alias Heru di Banjar Anyar, Desa Banjar Anyar, Kediri, Kabupaten Tabanan.

“Kami dapatkan dua paket sabu di changer handphone dari pelaku Heru. Maya mengkonsumsi sabu sejak 2 bulan terakhir, setelah berhenti sebagai waiters cafe,” imbuhnya.

Tak pelak, Maya bersama tiga tersangka lainnya kini harus mendekam di jeruji besi Mapolres Tabanan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Maya, Bogi dan Dus dijerat pasal 112 ayat (1) UU nomor 35 tahun 2009 Tentang Narkotika. Ancaman hukuman penjara paling singkat 4 tahun paling lama 12 tahun denda 800 juta dan paling banyak 8 miliar.

Sementara tersangka Heru dijerat pasal 112 ayat (1) dan 114 ayat (1)  UU nomor 35 tahun 2009 Tentang Narkotika. Ancaman hukuman penjara paling singkat 5 tahun paling lama 20 tahun denda 1 miliar  dan paling banyak 10 miliar.