Kisah Nurul Cetak Calon Pramugari di BATC Bali

164
Public Relation (PR) sekaligus instruktur BATC Bali, Nurul Jumiati SE, S Pd, M Pd.

SINGARAJA, radardewata.com — Lulusan Bali Aviation and Tourism  Centre (BATC) tidak hanya mencetak tenaga terampil, namun alumni lembaga pendidikan yang bergerak di dunia penerbangan itu, diharapkan mampu merebut pasar kerja dalam negeri dan luar negeri berbekal pembelajaran standar internasional.

Hal tersebut disampaikan Nurul Jumiati SE, S Pd, M Pd menjabat Public Relation (PR) sekaligus instruktur BATC Bali saat ditemui Kamis (4/6).

 

Nurul bersama siswa BATC Bali.

Nurul merupakan mantan pramugari Korean Air menuturkan, setiap tahun BATC meluluskan kurang lebih 500 orang lulusan. BATC berdiri 13 tahun lalu beralamat di Jalan Tukad Barito Timur, No 18 B Renon, Denpasar Bali, memiliki enam program pendidikan Diploma 1 (D1), yaitu Basic Pramugari dan Pramugara, Airport Handling Management, Passenger Handling, Aviation Security, Pelatihan Bahasa Jepang serta Pelatihan Bahasa Korea.

“Para siswa digembleng satu tahun. Ya, BATC Bali memang mencetak tenaga siap kerja. Sekitar 10 persen lulusan BATC sudah direkrut langsung berbagai maskapai penerbangan. Nah, 90 persennya lagi, bekerja di airport,” kata Nurul.

Masih kata Nurul, menjadi seorang pramugari atau pramugara bisa dibilang impian banyak orang. Alasannya, karena upah atau gaji bulanan cukup menjanjikan.

Meski begitu, menjadi seorang pramugari atau pramugara bukanlah perkara mudah karena mereka wajib memenuhi sejumlah persyaratan dan seleksi cukup ketat dari masing-masing maskapai penerbangan.

“Pramugari tidak hanya modal paras ayu dan senyum manis. Mereka harus menguasai atau fasih bahasa inggris,” imbuhnya.

Nurul yang bergabung di BATC Bali sejak tahun 2016 itu mengungkapkan, khusus pendidikan program studi pramugari dan pramugara, para siswa dibimbing dengan ilmu dan kedisiplinan tinggi.

Menurutnya, sebelum lolos jadi pramugari, mereka harus memenuhi sejumlah persyaratan, seperti persyaratan pramugari penerbangan internasional harus memiliki tinggi 165 centimeter, usia minimal 21 tahun, status lajang dan fasih berbahasa asing khususnya bahasa inggris. Pun, persyaratan calon pramugari penerbangan domestik.

“Kita ceritakan berbagai pengalaman selama saya bekerja di Korean Air dengan harapan ilmu dan pengalaman itu untuk bekal memajukan bidang aviasi dan mereka bisa mengharumkan nama BATC Bali sebagai lembaga pendidikan penerbangan,” ungkapnya.

 

Sambil Bekerja, Tak Henti Belajar 

Kisah Nurul menjadi seorang pramugari berawal ketika lulus S1 Ekonomi Managemen Universitas Merdeka Malang, Jawa Timur. Selepas lulus, ia mencoba mengikuti rekruitmen Cabin Crew Intitial Korean Air pada tahun 1997.

 

Nurul bersama para Asessor Penerbangan dibawah Lembaga Sertifikasi Profesi Aviasi Sentral Indonesia (LSP-ASI) dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Nah, hasil seleksi Nurul dinyatakan lolos bersama 23 gadis dari seluruh Indonesia dan digraduate sebagai BATCH 121 Regional Stewardess Korean Air bersama dengan Regional Stewardess dari Negara lain.⁣

Hampir tujuh (7) tahun berkarir dengan jabatan Asisten Purser, Nurul pun memutuskan resign di tahun 2004. Ia menikah dan memulai rumah tangga dan menetap di Bali.⁣

Seiring perjalanan, Nurul kembali menempuh pendidikan di tahun 2013. Ia kuliah mengambil jurusan Pendidikan Bahasa Inggris (S1).

Rencananya, setelah lulus menempuh kuliah, Nurul ingin menjadi guru les bahasa Inggris. Namun nasib berkata lain, 2 tahun kuliah, ia dibanjiri tawaran untuk mengajar di sejumlah lembaga kursus bahasa inggris.

“Sudah, tahun 2016 ambil Training for Trainer di PT. NAM Training Center. Setelah mendapat sertifikat instruktur, kembali melamar mengajar di Lembaga Pelatihan Aviasi BATC Bali jadi instruktur untuk Kelas Basic Pramugari,” terangnya.

Tak berhenti sampai disitu, Nurul kembali melanjutkan pendidikan S2 Bahasa Inggris, hingga kemudia S2 itu rampung di tahun 2019 lalu.

“Sangat bersyukur bisa lulus Asessor Penerbangan yang diadakan bulan Maret 2020.⁣ Sekarang, jadi instruktur juga PR di sebuah Lembaga Pelatihan Penerbangan ternama di Bali dan juga Asesor Penerbangan dibawah arahan Lembaga Sertifikasi Profesi Aviasi Sentral Indonesia (LSP-ASI) dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP),” bebernya.

Nurul membuktikan bahwa mantan seorang pramugari bisa berkarir lebih cemerlang setelah resign dari dunia penerbangan.