Janda Tanpa Identitas Ditemukan Tak Bernyawa di Anturan

1803
Tim medis saat mendatangi TKP di Banjar Dinas Mundum, Desa Anturan, Kecamatan/Kabupaten Buleleng.

SINGARAJA, radardewata.com — Seorang perempuan tanpa identitas dikabarkan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di rumah milik Ketut Sukerana yang berlokasi di Banjar Dinas Mundum, Desa Anturan, Kecamatan/Kabupaten Buleleng, pada Sabtu (28/3) sekitar pukul 17.00 sore.

 

 

Seizin Kapolres Buleleng, Kasubbag Humas Iptu Gede Sumarjaya saat dikonfirmasi membenarkan temuan mayat perempuan tanpa identitas tersebut.

 

 

Kasubbag Sumarjaya menyebut, perempuan paruh baya menyandang status janda itu, disebut bernama Iwik. Meski begitu, pihaknya belum mengetahui secara pasti kejelasan identitas lengkap perempuan berusia 45 tahun itu.

 

 

“Korban sementara diketahui bernama Iwik, jenis kelamin perempuan umur sekitar 45 tahun, mengaku kerja di Denpasar. Barang-barang korban belum berani diperiksa karena masih menunggu tim medis RSUD Kabupaten Buleleng,” kata Kasubbag Sumarjaya melalui telepon seluler, Minggu (29/3).

 

 

Dari sejumlah keterangan dikumpulkan, pada Jumat (27/3) sekitar pukul 10.00 pagi, korban dijemput oleh saksi Sukerena selaku pemilik rumah tempat kejadian perkara (TKP).

 

 

“Korban dijemput oleh saksi di Terminal Sangket, Kecamatan Sukasada,” imbuhnya.

 

 

Usai dijemput, saksi langsung mengantarkan korban ke rumahnya, sebelum akhirnya korban diantarkan  berobat ke seorang dukun bernama Jero Berata di Dusun Asah, Desa Kaliasem, sekitar pukul 16.00 sore. Setelah itu, saksi pulang ke Desa Selat dan meninggalkan korban sendiri di rumah kosnya di desa Anturan.

 

 

Lalu, keesokan hari pada Sabtu (28/3) sekitar pukul 17.00 sore, saksi bersama istrinya Kadek Lestari, datang ke rumahya di Anturan berniat memberi air kepada korban. Saksi sempat berulangkali memanggil korban, namun korban tidak menyahut.

 

 

“Saksi berusaha membuka pintu kamar, sebelum akhirnya melihat korban sudah dalam keadaan terlentang terbujur kaku menghadap ke selatan hanya menggunakan celana dalam (CD) dengan kondisi meninggal dunia,” ungkapnya.

 

 

Melihat kejanggalan itu, saksi kemudian melaporkan kejadian itu, ke Pos Polisi Pariwisata di Lovina.

 

 

“Tindakan kita, mengamankan TKP dan melakukan permintaan Visum terhadap korban ke RSUD Kabupaten Buleleng dan korban masih di TKP. Kasus ini masih dalam proses penyelidikan Polsek Kota,” tandasnya.