Hantam Pohon Asam Tumbang di Pengulon, Oka Meregang Nyawa

86
Petugas dari Basarnas saat mengevakuasi korban Gusti Made Oka yang terjepit bodi mobil lantaran menabrak pohon tumbang di Desa Pengulon (ist).

SINGARAJA, radardewata.com — dialami Gusti Made Oka, 38. Pria asal Banjar Dinas Sari Mekar, Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak meregang nyawa di tempat setelah mobil yang dikendarainya menabrak pohon Asam yang tumbang di jalan raya Seririt – Gilimanuk, persisnya depan kantor LPD Desa Pengulon, Banjar Dinas Munduk Sari, Desa Pengulon, Kecamatan Gerokgak, Rabu (9/9) sekira pukul 05.00 Wita dinihari.

Seizin Kapolres Buleleng, Kasubbag Humas Iptu Gede Sumarjaya menyebut peristiwa nahas itu bermula saat korban mengendarai mobil Suzuki Carry warna hitam DK 1801 UQ. Sesampainya di lokasi sekira pukul 05.00 Wita, korban yang datang dari arah barat menuju timur ini tidak mengetahui ada pohon asam tumbang yang melintang di jalan. Mengingat, tidak ada penerangan di sekitar TKP.

“Sehingga langsung menabrak pohon yang tumbang tersebut. Karena benturan keras pengemudi langsung meninggal dunia di TKP akibat tubuh korban terjepit kendaraan yang ringsek,” ujar Iptu Sumarjaya, Rabu (9/9) pagi.

Proses evakuasi sebut Sumarjaya berlangsung dramatis dengan menggunakan alat extrikasi karena posisi korban terjepit cukup parah. Untuk bisa mengeluarkan korban maka tim SAR gabungan memotong perbagian pohon yang memiliki diameter cukup besar. Setelahnya baru dilakukan upaya melepaskan tubuh korban dari himpitan bodi mobil. Proses evakuasi berlangsung sekitar 45 menit.

“Pada pukul 07.05 Wita korban telah terevakuasi dalam keadaan meninggal dunia. Dari hasil pemeriksaan oleh tim medis di Puskesmas Gerokgak I, korban mengalami cidera kepala berat, pendarahan dari hidung, luka, patah tulang leher,” imbunya.

Atas kondisi ini, Sumarjaya menghimbau agar masyarakat tetap waspada saat melintasi jalan yang memiliki banyak pohon perindang di pinggir jalan. Terlebih saat cuca tidak memungkinkan seperti angin kencang dan hujan deras.“Tetap waspada, karena pohon tumbang bisa terjadi kapan saja,” pungkasnya.