Dipicu Dendam, Tangkas Tewas Bersimbah Darah Ditebas Badik

244
Kanit Reskrim Polsek Kubutambahan Iptu Kadek Robin Yohana mengamankan barang bukti di tempat kejadian perkara (TKP).

KUBUTAMBAHAN, radardewata.com — Seorang nelayan Gede Mertayasa alias Tangkas (39) dikabarkan tewas dengan kondisi mengenaskan. Mirisnya, pria tinggal di Banjar  Kubu Anyar, Desa/Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng itu, tewas ditangan tetangganya sendiri Ketut Mudrayasa (32) pada Senin (16/11) sekitar pukul 17.30 WITA. Diduga dendam lama menjadi pemicu peristiwa tersebut.

 

Informasi dihimpun, tersangka Mudrayasa  memilih menyerahkan diri  ke Mapolsek Kubutambahan.

 

Seizin Kapolres Buleleng, Kapolsek Kubutambahan AKP Ketut Wisnaya saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut.

 

Kapolsek Wisnaya meneranhkan, peristiwa bermula saat korban mendatangi rumah tersangka. Diduga korban hendak menyelesaikan permasalahan antara korban dengan tersangka. Tanpa penjelasan lebih lanjut, tersangka Mudrayasa langsung membacok korban hingga bersimbah darah. Korban sempat dilarikan ke RSUD Buleleng, namun nyawanya tak tertolong.

 

“Informasinya, sebelum kejadian itu, memang sudah ada masalah. Ini informasi yang disampaikan keluarga korban. Karena ada masalah itu, akhirnya korban mendatangi rumah pelaku. Kemudian terjadi peristiwa penganiayaan,” kata Kapolsek Wisnaya saat ditemui di lokasi kejadian, Senin malam.

 

Imbuh Kapolsek Wisnaya, saat kejadian diduga ada 6 orang lain yang berada di tempat kejadian.

“Itu keluarga dan temannya yang sedang kumpul-kumpul. Di TKP juga kami temukan ada beberapa bekas minuman beralkohol. Ini akan kami kembangkan lagi,” imbuhnya.

Saat ini, tersangka Ketut Mudrayasa telah ditahan di Mapolres Buleleng. Rencananya penyidik di Polsek Kubutambahan akan melimpahkan kasus tersebut ke Satuan Reskrim Polres Buleleng untuk proses lebih lanjut. Pelimpahan dilakukan dengan mempertimbangkan kondusifitas tempat kejadian.

“Terkait motif pembunuhan, saat ini masih lidik,” pungkasnya.