Buntut Ngaben Sudaji, Polisi Tetapkan 1 Tersangka

22861
Gede S saat menjalani proses penyidikan di Mapolres Buleleng.

SINGARAJA, radardewata.com — Kepolisian Resor (Polres) Buleleng, dikabarkan telah menetapkan seorang tersangka terkait upacara Ngaben di Desa Adat Sudaji, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, yang dilaksanakan pada Jumat (1/5) lalu.

Seizin Kapolres Buleleng, Kasat Reskrim AKP Vicky Tri Haryanto SIK, MH saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut.

Kasat Vicky menyebut, dari hasil penyelidikan, ditemukan sejumlah pelanggaran dalam pelaksanaan upacara pengabenan dalam situasi pandemi virus Corona (Covid-19). Pelanggaran dalam pelaksanaan puncak acara Ngaben Dadia Kubayan pada Jumat (1/5) lalu, terjadi kerumunan orang melampaui batasan 25 orang sesuai protokol penanganan kesehatan penanganan virus Corona dari pemerintah.

 

“Kami estafet melakukan pemanggilan dan pemeriksaan saksi-saksi dan mengumpulkan sejumlah bukti. Dari hasil itu, ditetapkan satu (1) orang bertanggung jawab alias tersangka atas kejadian Ngaben Dadia Kubayan berinisial Gede S. Ya, dia (Gede S) selaku panitia pengabenan di Dadia Kubayan,” ungkap Kasat Vicky, Senin (4/5) siang.

Imbuh Kasat Vicky, saat ini Gede S sudah diamankan di Mapolres Buleleng, untuk penyidikan lebih lanjut.

“Diamankan 1 x 24 jam, sejak Minggu (3/5) untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” terangnya.

Pasal yang dikenakan, Pasal 14 ayat (1) UU RI No.4 tahun 1984 tentang wabah penyakit menular dengan ancaman pidana penjara selama-lamanya 1 tahun atau denda setinggi –tingginya 100 juta, atau Pasal 93 UU RI No. 6 tahun 2018 tentang kekarantinaan kesehatan dengan pidana penjara 1 thn atau pidana denda paling banyak 100 juta.