1 ABK Positif Corona, 21 Kru Kapal Tonasa Line Dikarantina

83
Sekda Buleleng, Gede Suyasa

SINGARAJA, radardewata.com — Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Celukan Bawang tengah melakukan karantina terhadap 21 ABK KM Tonasa Line XVIII. Mereka dikarantina di atas kapal selama 14 hari. Upaya ini dilakukan pasca ditemukannya satu anak buah kapal (ABK) asal Sulawesi yang diberi kode PDP 113 terkonfirmasi positif.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Celukan Bawang, I Made Oka menjelaskan, kapal bermuatan semen KM Tonasa Line XVIII itu betolak dari Pelabuhan Biringkassi, Sulawesi Selatan, dan berlabuh di Pelabuhan Celukan Bawang pada Senin (22/6) lalu.

Ketika kapal sandar, pihaknya bersama Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Celukan Bawang langusng menerapkan SOP berupa melakukan cek kesehatan kepada 22 ABK diatas kapal seperti mengukur suhu tubuh dan rapid test.

Hasilnya, Otoritas menemukan satu ABK berinisial AA (21) rapid testnya reaktif.

Nah, atas temuan itu, AA langsung dibawa ke RS Pratama Giri Emas untuk di test swab. Hasilnya dinyatakan positif terinfeksi virus corona.

Tak pelak, dengan adanya temuan itu, 21 rekan ABK lain tidak diperbolehkan turun dari kapal.

“Ya, mereka harus menjalani karantina selama 14 hari di atas kapal. KKP Kelas I Denpasar sudah melakukan penyemprotan disinfektan di kapal tersebut. Sementara untuk logistik selama menjalani karantina ditanggung oleh perusahaannya,” ujar Oka saat dikonfirmasi, Jumat (26/6) sore.

Sementara, muatan semen yang dbawa oleh kapal akan tetap diturunkan menggunakan peralatan khusus. Sehingga dipastikan para ABK yang ada di kapal tersebut tidak melakukan kontak dengan orang lain. Bongkar muat barang ini diperkirakan membutuhkan waktu selama empat hari.

“Kapal itu saat ini sandar di terminal khusus. Barangnya juga diturunkan dengan mesin, jadi tidak menggunakan tenaga buruh,” terangnya.

Selanjutnya, jika masa karantina selama 14 hari sudah selesai, maka 21 ABK itu akan kembali menjalani rapid test untuk memastikan mereka tidak terpapar Covid-19.

Oka mengaku akan melakukan koordinasi dengan Gugus Tugas Penanganan Covid apakah kapal sudah diperbolehkan kembali ke Sulawesi Selatan, atau tetap bersandar di Pelabuhan Celukan Bawang untuk menunggu satu ABK hingga dinyatakan sembuh.

Terpisah, Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Buleleng, Gede Suyasa mengatakan, sebagian besar orang yang terkonfirmasi positif virus corona atau covid-19 di Buleleng tidak bergejala. Dari jumlah pasien yang terkonfirmasi positif di Buleleng, 83.3 persen diantaranya adalah Orang Tanpa Gejala (OTG).

Secara kumulatif, pasien terkonfirmasi positif virus corona di Buleleng sebanyak 93 orang. Dari jumlah tersebut, 78 diantaranya adalah OTG. Mereka awalnya terdeteksi terpapar covid-19 karena ingin mencari surat keterangan (suket) bebas covid-19.

Namun setelah dilakukan rapid test oleh petugas kesehatan, hasilnya reaktif sehingga langsung di isolasi di RS Pratama Giri Emas untuk di test swab. Saat di test swab pun hasilnya menunjukan positif terpapar virus corona. “Ada juga yang ditemukan dari hasil tracing. Jadi mereka betul-betul tidak bergejala,” terang Suyasa dalam keterangan pers secara online Jumat siang.

Saat ini pihaknya menjadikan OTG sebagai fokus perhatian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Buleleng. Salah satunya dengan gencar melakukan tracing, serta melakukan rapid test di dua titik pintu masuk Buleleng, yakni di daerah Labuan Lalang, Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak dan di Desa Tembok, Kecamatan Tejakula.

Suyasa mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada, dan disiplin menjalankan protokol kesehatan. Sebab banyak yang tidak bergejala, namun nyatanya positif covid. “Jadi dengan disiplin menjalankan protokol kesehatan, tidak menularkan virus ke orang lain,” singkatnya.